Hosting Unlimited Indonesia
Edukasi Budaya

3 Pemuda Asal Makassar Menang di Kompetisi Indonesia Digital Leader 2016

JURNALITE.com — Kompetisi Indonesia Digital Leader (IDL) 2016 yang diselenggarakan selama 9 bulan oleh PT Kudo Indonesia telah umumkan pemenang pada 2 Desember lalu.

Adapun Ke-30 finalis, terutama yang datang dari luar Jakarta termasuk dari Makassar terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian acara final seperti kunjungan ke Jakarta Smart City, Bukalapak, Go-Jek, dan BTPN Jenius untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu bisnis terkini.

AdapunTim COMBO asal Makassar yakni Zulkifili Palinrungi, Intan Ramlin, dan Resti Djamal mahasiswi Universitas Hassanudin.

“Yang membuat mereka lolos seleksi adalah mereka mewakili cara pandang anak muda Medan dalam menanggapi kehadiran era digital dan memanfaatkannya menjadi solusi masalah yang dihadapi Sulawesi Selatan,” Ujar Prihanna Qithiya Selaku Corporate Communication Kudo Indonesia, melalui siaran persnya, Rabu (14/12/16)

“Mereka memperoleh angka GPA masing-masingnya yang mencapai 3,6, performa ketiganya terbilang sangat cemerlang, terutama dalam menjalani 3 bulan tahapan Execution Challenge: tantangan digital marketing, offline marketing, dan sales,” tambah Hanna.

Dikarbarkan Zulkifli Palinrungi adalah kapten dari tim COMBO, merupakan mahasiswa teknik elektro yang pernah 2 kali mendapat beasiswa semasa kuliahnya. Ia juga memangku jabatan sebagai Global Leader Excellent Award AIESEC Indonesia.

Lain lagi dengan Intan Ramlin, gadis Makassar satu ini pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Czech Republic dan mengajar 5 sekolah berbeda disana dalam misi mensosialisasikan penyelesaian isu ras dan agama.

Sedangkan Resty Djamal adalah salah satu mahasiswi berprestasi Universitas Hassanudin yang fasih dalam 3 bahasa ini, di masa mudanya telah menjabat sebagai wakil presiden marketing salah satu organisasi internasional.

Ketiganya menyatakan IDL 2016 merupakan pengalaman yang tidak terlupakan, hanya lewat IDL peserta dari daerah berkesempatan untuk terjun langsung mempelajari dunia perusahaan rintisan.

“Ikutilah sebanyak mungkin seminar hingga aktifitas organisasi kemahasiswaan, rajin-rajin baca berita, dan yang paling penting belajar entrepeneurship sedari dini.

“Berdagang digital lewat platform KUDO misalnya, mengajarkan mahasiswa bahwa merekapun punya kesempatan belajar wirausaha sekaligus menambah penghasilan,” tutup Zulkifli

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...
To Top