Hosting Unlimited Indonesia
Ragam

Ungguli Petronas, Pertamina Kejar Exxon Mobil

JURNALITE.com — Selama tahun 2016, kinerja PT Pertamina (Persero) meningkat signifikan dan menjadi salah satu dari perusahaan migas yang meraih peringkat kedua di dunia. Kinerja Pertamina dari segi profit ini telah jauh melampaui Petronas perusahaan energi asal Malaysia.

“Posisi Pertamina pada bulan ini (November) sudah urutan ke dua industri migas terbesar di dunia, bahkan perusahaan yang punya aset 10 kali lipat dari aset Pertamina itu sudah nomor 4. Kalau Petronas sudah dibelakang kami, Exxon Mobil yang urutan pertama, kita cuman kalah sedikit sekitar ratusan dolar saja bukan miliaran, Ujar Tengku Badarsyah selaku GM PT Pertamina MOR VII Sulawesi diacara peluncuran Pertamax Turbo di Makassar, Rabu (9/11/2016).

Seperti diketahui Pertamina menjadi satu di antara sedikit perusahaan migas dunia yang meraih pertumbuhan laba bersih pada saat anjloknya harga minyak dunia. Pada semester pertama 2016, Pertamina meraup laba 1,83 miliar atau naik 221 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut bahkan sudah melampaui Petronas, yang pada saat sama justru membukukan penurunan laba bersih 72 persen menjadi 1,54 miliar dolar AS. Selain itu, Pertamina juga menjadi satu-satunya BUMN di tanah air yang berhasil masuk jajaran elit perusahaan dunia versi Majalah Fortune tahun ini.

Raih laba bersih, Pertamina naik peringkat kedua dunia

Raih laba bersih, Pertamina naik peringkat kedua dunia

Dikutip dari lama resminya, di akhir Triwulan III 2016 PT Pertamina (Persero) meraih laba bersih sebesar US$2,83 miliar, meningkat 209% dibandingkan dengan tahun pencapaian pada periode yang sama tahun 2015 sebesar US$914 juta, yang disokong oleh peningkatan kinerja operasi dan efisiensi dari berbagai inisiatif dan langkah terobosan yang dilakukan perusahaan.

“Selama tiga kuartal pada 2016 laba bersih Pertamina mencapai US$2,83 miliar atau naik 209% dibandingkan periode yang sama tahun lalu kendati terjadi penurunan pendapatan sebesar 16,8% karena harga minyak mentah yang relatif lebih rendah.

Pencapaian itu bisa diraih karena Pertamina dapat meningkatkan kinerja operasi, di sisi lain terjadi penurunan biaya melalui efisiensi yang dilakukan berhasil memangkas biaya sekitar 27% selama Sembilan bulan pertama tahun ini,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

Kata dia, kinerja hulu pada periode triwulan III 2016 ini mencapai 646 ribu barel setara minyak per hari terdiri dari 309 ribu barel per hari minyak dan 1.953 mmscfd gas. Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 12.3% dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Sementara pencapaian produksi listrik panas bumi mencapai 2.233 GwH setara listrik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...
To Top